Artikel

tanda tubuh kelebihan gula

Pahami 7 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Harus Diwaspadai dan Solusi Mencegahnya

Gula adalah salah satu sumber utama energi tubuh untuk dapat berfungsi optimal. Jenis karbohidrat sederhana ini mudah dipecah oleh tubuh untuk menjadi glukosa kemudian diubah menjadi energi. Hampir semua sel dan organ tubuh membutuhkannya untuk berfungsi. Namun kamu perlu memahami bahwa pentingnya gula bagi tubuh tidak bisa diartikan bahwa jumlahnya harus banyak. Kebutuhan tubuh terhadap gula tidak sebanyak yang kamu pikirkan. Bahkan sifatnya bisa menjadi pemicu masalah serius jika berlebihan. Untuk itu, kenali tanda tubuh kelebihan gula pada pembahasan kali ini. Ketahui juga cara mencegahnya dari sekarang.

Kita mungkin memang berniat untuk menekan asupan gula dengan mengurangi atau menghentikan makanan manis seperti teh boba, kopi susu manis, minuman kemasan instan, kue, biskuit, es krim, jajanan pasar manis, dan lain-lain. Namun kita juga sering tidak sadar bahwa makanan yang nampak gurih juga mengandung tinggi gula, seperti yogurt dengan perasa buah, saus tomat, fast food, mie instan, keripik, sarden kaleng dengan saus, hingga granola. Semua contoh makanan tadi mengandung gula tambahan yang justru tidak dibutuhkan tubuh.

Dengan pola makan tersebut, akhirnya banyak orang tidak sadar ia sudah kelebihan gula. Tidak heran jika banyak kasus anak muda yang sudah terdeteksi memiliki kadar gula darah yang tinggi. Bahkan tidak jarang sudah didiagnosis mengalami kondisi prediabetes. Itulah kenapa kamu perlu memahami tanda tubuh kelebihan gula agar segera melakukan perubahan gaya hidup, khususnya pola makan.

Bahaya Kelebihan Gula dalam Darah

Sempat disinggung di atas, kelebihan gula bagi tubuh kita merupakan ancaman besar. Penyakit diabetes memang momok mengerikan. Namun tidak hanya penyakit kronis tersebut yang bisa muncul. Penyakit kronis lain seperti obesitas, gangguan jantung, masalah ginjal, dan kerusakan saraf juga mengancam. Belum lagi dengan bahaya komplikasi kesehatan yang bisa menyebabkan kematian.

Hal itu terjadi karena jumlah gula yang berlebihan akan secara otomatis disimpan oleh tubuh menjadi glikogen dan lemak. Glikogen termasuk aman karena cadangan energi ini bisa digunakan tubuh saat membutuhkan banyak energi atau saat kadar gula darah sedang rendah, misal saat olahraga atau puasa. Tapi jika glikogen sudah terpenuhi, maka tubuh akan menyimpan kelebihan gula menjadi lemak. Lemak tubuh inilah yang menjadi pemicu awal masalah kesehatan serius yang sudah disebutkan tadi.

Tidak hanya itu, kelebihan gula yang terjadi terus menerus bisa mempercepat terjadinya resistensi insulin, sebuah kondisi yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Lalu konsumsi minuman dan makanan manis juga memicu terjadinya lonjakan kadar gula darah dalam tubuh. Kondisi naik turunnya kadar gula darah ekstrem ini membuat tubuh mudah lelah, sulit fokus, dan gangguan energi lainnya.

tanda tubuh kelebihan gulaSumber: KamranAydinov di Freepik

7 Tanda Tubuh Kelebihan Gula

Memahami tanda awal tubuh kita kelebihan gula bisa menjadi pencegahan untuk menyelamatkan kita dari komplikasi serius. Bahkan kita juga bisa melakukan perbaikan kebiasaan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup di masa yang akan datang. Berikut ini daftarnya.

1. Mudah Lapar dan Haus

Minuman dan makanan manis itu tinggi kalori tapi tidak memiliki nutrisi sehingga tubuh akan sering mengirim sinyal lapar agar kebutuhan nutrisi harian terpenuhi. Tapi jika yang dikonsumsi lagi-lagi gula, ekosistem bakteri baik yang membantu metabolisme justru tergangggu. Akhirnya, tubuh kesulitan mengelola penggunaan lemak dan kolesterol. Selain itu, rasa haus yang sering datang juga efek dari munculnya gejala sering buang air kecil. Hal tersebut terjadi karena tubuh sedang mengeluarkan kelebihan gula melalui urine.

2. Mudah Marah dan Berubah Suasana Hati

Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat memicu inflamasi dan memperburuk suasana hati. Selain itu, gula yang memiliki rangkaian molekul sederhana ini memantik tubuh mengeluarkan banyak energi untuk mengolahnya dengan cepat. Alhasil, tubuh menjadi lebih cepat lesu, sensitif, dan mudah tersinggung. Selain itu, naik-turun gula darah yang terlalu sering juga memengaruhi hormon dan fungsi otak.

3. Kelelahan

Ingat mekanisme lonjakan gula darah yang dijelaskan di atas? Kondisi ini memang membuat kita aktif dan berenergi. Namun efek tersebut hanya bertahan sekitar 30 menit, lalu langsung diikuti dengan penurunan energi juga. Perubahan drastis inilah yang justru memicu tubuh lebih mudah lelah, mengantuk, dan kehilangan fokus.

4. Merasa Banyak Hidangan Kurang Manis

Karena lidah terlanjur terbiasa dengan level manis tertentu yang termasuk tinggi, akhirnya lidah sulit merasa puas jika level manis suatu hidangan tidak sama dengan biasanya. Kondisi sering menginginkan makanan/minuman manis juga termasuk dalam hal ini karena gula menghasilkan hormon ‘bahagia’ dopamin dan dopamin yang naik ikut meningkatkan keinginan mengonsumsi gula. Sebuah siklus yang sangat tidak sehat, bukan?

5. Munculnya Jerawat, Infeksi, dan Gangguan Kulit

Resisten insulin meningkatkan risiko berkembangnya jerawat. Kondisi ini terjadi karena sel tubuh tidak lagi responsif terhadap hormon insulin sehingga kadar gula darah tidak terkontrol. Selain itu, ada jenis radikal bebas tertentu yang produksinya meningkat ketika terlalu banyak gula dalam tubuh. Radikal bebas inilah yang akan mempercepat munculnya kerutan pada wajah dan kulit. Jika terjadi dalam jangka panjang, sebagian orang bisa mengalami infeksi jamur pada vagina dan area kulit lainnya.

6. Gangguan Tidur

Kelebihan gula juga terbukti memengaruhi kualitas tidur. selain cahaya dan temperatur ruangan, glikemik yang tidak terkontrol akan merusak siklus jam tidur. Kondisi ini juga sering berkaitan dengan keinginan untuk makan camilan saat larut malam yang nantinya juga mengarah pada kenaikan berat badan berlebih.

7. Muncul Gejala Hiperglikemia

Selain tanda tubuh kelebihan gula di atas, seseorang juga akan mengalami hiperglikemia yaitu kondisi terlalu banyak gula atau glukosa dalam darah. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes dan memicu komplikasi serius jika tidak ditangani. Gejala hiperglikemia di antaranya adalah masih merasa haus meski sudah banyak minum, sering buang air kecil, pandangan kabur, luka pada kulit lama sembuhnya, sakit kepala, dan kelelahan.

Diabloom: Solusi Herbal Penjaga Gula Darah Stabil

penyebab diabetes

Prinsip utama dari mencegah kelebihan gula dalam tubuh adalah dengan perubahan gaya hidup. Pola makan sehat bergizi seimbang harus diterapkan. Begitu juga dengan menghindari makanan dan minuman manis dan/atau yang menggunakan gula tambahan sejauh-jauhnya.

Solusi lain yang juga bisa dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah dengan mengonsumsi teh herbal. Diabloom, teh herbal dari Herbae hadir dengan formulasi khusus untuk menjaga gula darah tetap normal. Kandungan tanaman herbal di dalamnya mampu membantu menurunkan sekaligus menstabilkan kadar gula darah, mendukung metabolisme tubuh, hingga meningkatkan sensitivitas insulin.

Setiap kemasannya mengandung tanaman herbal yang sudah terkenal bersifat antioksidan sekaligus mengendalikan gula darah. Di antaranya adalah jahe, kayu manis, sereh, daun kelor, dan green tea. Masing-masing memiliki mekanisme berbeda dalam membantu mengontrol gual darah.

Sebagai alternatif minuman sehat tanpa tambahan gula, Diabloom juga cocok menjadi sahabat sehari-hari untuk mendukung kesegaran tubuh. Baik untuk memulai hari maupun mengembalikan energi setelah padatnya aktivitas. Kemasan praktis langsung seduhnya memungkinkan kamu mendapat manfaat senyawa bioaktif dengan mudah.

Jaga pola makan, batasi gula, pilih gaya hidup sehat, dan dukung semuanya dengan ritual minum teh herbal alami. Coba Diabloom sekarang dan rasakan bedanya. Kunjungi website resmi Herbae untuk informasi detail Diabloom dan varian teh herbal lainnya.