4+ Ciri Siklus Menstruasi Normal & Cara Alami Menjaga Keseimbangannya
Siklus menstruasi normal menjadi cerminan kesehatan reproduksi perempuan sehingga wajar sekali jika kita resah atau bingung ketika siklusnya terganggu. Namun tahukah kamu bahwa setiap perempuan memiliki siklus haid yang unik? Tidak hanya itu, bahkan bagi seorang perempuan siklus untuk bulan ini dan bulan berikutnya bisa saja tidak sama. Lalu, bagaimana cara memahami siklus menstruasi yang normal? Selain dihitung dari rentang waktu, ada 3 ciri-ciri utama lainnya yang perlu diketahui untuk menilai apakah milikmu normal atau tidak.
Karena haid yang tidak normal bisa menjadi tanda masalah pada sistem reproduksi, kenali juga bedanya dengan siklus yang tidak normal. Salah satu penyebabnya bisa karena hormon yang tidak seimbang. Pada bagian akhir, kita akan mengetahui salah satu rekomendasi cara menjaga keseimbangan siklus menstruasi normal.
Siklus Menstruasi
Hal pertama yang perlu dipahami adalah siklus menstruasi sendiri memiliki 3 fase utama. Pertama adalah menstruasi, yaitu keluar atau luruhnya dinding rahim melalui vagina dan kita kenal sebagai periode menstruasi. Pada periode ini, umumnya darah yang keluar akan lebih banyak saat 3 hari pertama dan terus berkurang hingga hari ke 7. Perempuan akan mengalami kram perut sebagai efek dari kontraksi rahim yang memang dibutuhkan untuk mengeluarkan lapisan dinding rahim.
Kedua adalah pra ovulasi dan ovulasi atau pembuahan. Pada fase pra ovulasi, lapisan dinding akan menebal kembali sebagai bentuk persiapan hamil atau tempat menempelnya sel telur yang dibuahi oleh sperma. Sel telur sendiri keluar dari folikel dominan yang pecah. Dari ovarium, sel telur akan bergerak melewati tuba falopi untuk kemudian nantinya siap dibuahi dan menuju dinding rahim.
Apabila sel telur tidak dibuahi, maka perempuan akan mengalami fase yang ketiga yaitu pramenstruasi. Pada fase ini, dinding rahim yang semakin tebal akan menyebabkan berbagai gejala fisik dan psikologis yang dikenal sebagai Premenstrual Syndrome atau PMS. Selain itu, hormon progesteron dan estrogen juga akan menurun dan dinding rahim akan luruh.
Sumber: kroshka__nastya di Freepik
Ciri Siklus Menstruasi Normal
Setiap fase pada siklus menstruasi memiliki waktu yang beragam antar-perempuan, bahkan antar-waktu. Karena keunikan inilah, penting sekali untuk memahami apa saja indikator siklus menstruasi dikatakan normal.
1. Durasi Siklus
Antara satu siklus dengan siklus berikutnya berjarak antara 21 hingga 35 hari dan rata-rata perempuan memiliki rentang siklus 28 hari. Penghitungannya dimulai dari hari pertama haid bulan sebelumnya dengan hari pertama haid bulan berlangsung. Apabila setiap rentang siklus berbeda-beda namun tidak kurang dari 21 hari dan tidak lebih dari 35 hari termasuk dalam siklus yang normal.
2. Lama Periode Menstruasi
Dalam satu periode menstruasi, perempuan akan melewati 2–7 hari. Jika lama menstruasi mencapai lebih dari 8 hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan bidan atau dokter obgyn.
3. Volume Darah
Umumnya, darah menstruasi pada 3 hari pertama akan banyak. Namun banyaknya tidak sampai membuat pembalut penuh dalam waktu 1 jam. Jika volume darah terlalu sedikit atau terlalu deras, konsultasikan segera agar tidak terjadi masalah lain seperti anemia.
4. Gejala Pra Menstruasi dan Saat Menstruasi
PMS dan gejala yang dialami selama menstruasi adalah hal yang wajar untuk membantu kontraksi dinding rahim. Di antaranya adalah kram perut, kembung, nyeri pada payudara, pusing, dan mudah lelah. Namun jika gejala ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Jika perempuan mengalami tanda-tanda diluar ciri yang dijelaskan di atas, maka ada kemungkinan dia mengalami ketidakteraturan siklus haid. Termasuk jika ia tidak mengalami menstruasi sama sekali dalam 3 bulan berturut-turut padahal tidak aktif secara seksual. Bisa juga dikatakan siklus haid tidak normal jika muncul pendarahan 1-2 hari di luar periode haid.
Penyebabnya bisa beragam, namun yang paling umum berkaitan erat dengan stres, perubahan berat badan, kondisi medis tertentu, hingga efek dari konsumsi obat. Semua hal tersebut adalah pemicu ketidakseimbangan hormon sehingga mengganggu setiap fase dalam siklus menstruasi normal.
Tips Sederhana Menyeimbangkan Hormon untuk Siklus Teratur
Disebut sebagai tips sederhana karena memang prinsipnya tidak sulit. Selama kamu menerapkan pola hidup yang sehat, keseimbangan hormon juga akan mengikuti. Meskipun begitu, penerapannya mungkin butuh perjuangan bagi sebagian orang. Kamu bisa memulainya sedikit demi sedikit dari sekarang!
Beberapa tips yang dimaksud di antaranya adalah mengelola stres dengan latihan mindfulness dan hobi; mencukupi asupan nutrisi harian dengan pola makan sehat bergizi seimbang; memenuhi kebutuhan waktu tidur dan memperhatikan kualitasnya; dan rutin melakukan olahraga ringan 20-30 menit sehari di luar rutinitas fisik.
Untuk mendukung keseimbangan hidup sehat, ada satu trik yang bisa diterapkan. Cara tersebut adalah ngeteh herbal sebagai ritual self-care setiap hari. Sebagai cara yang aman dan alami, kamu akan mendapat manfaat senyawa aktif tanaman herbal. Ikuti triknya lebih lanjut berikut ini.
Luna Bloom: Teh Herbal untuk Mendukung Siklus Haid Nyaman dan Lancar

Kamu tidak salah membaca kok. Minum teh herbal memiliki manfaat yang besar dalam mendukung siklus menstruasi melalui beberapa mekanisme. Pertama, teh herbal bisa menjadi media untuk rutin melakukan meditasi baik sebelum memulai hari atau sebagai penutup aktivitas padat hari tersebut. Kedua, teh herbal mengandung senyawa bioaktif yang berperan sebagai anti-inflamasi, antioksidan, dan memberikan efek menenangkan.
Luna Bloom dari Herbae menjadi salah satu teh herbal yang direkomendasikan karena kandungannya yang alami dan mudah diseduh. Dalam setiap kemasannya, Luna Bloom Herbae mengandung 5 tanaman herbal yang diformulasikan khusus untuk membantu keseimbangan hormon dan meredakan gejala menstruasi yang mengganggu. Berikut ini daftarnya.
1. Temu Putih (Curcuma Zedoaria Rhizoma)
Berperan sebagai anti-inflamasi, herbal satu ini mampu membantu meredakan dan mengurangi intensitas kram dan kembung sebelum maupun saat periode menstruasi berlangsung. Selain itu, tanaman ini juga bersifat anti-mikroba sehingga meminimalisir munculnya keputihan pada hari-hari selain periode menstruasi.
2. Sirih (Piper Betle L)
Sirih dapat meredakan nyeri haid sekaligus mengembalikan energi. Sifat anti-bakteri dan jamurnya juga meminimalisir munculnya ruam dan bau tidak sedap pada area vagina. Termasuk meminimalisir terjadinya gatal pada area kewanitaan akibat penggunaan pembalut.
3. Kayu Manis (Cinnamomum Verum)
Tanaman ini terkenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan sehingga mampu meningkatkan keseimbangan hormon yang mengatur haid. Kandungan ini disarankan untuk penderita PCOS yang berefek pada haid tidak normal. Konsumsi rutin juga mampu mengurangi intensitas kram perut selama haid.
4. Kamomil (Matricaria Chamomilla)
Populer sebagai pendukung ketenangan pikiran, herbal kamomil juga akan membantu meningkatkan kualitas tidur. Sifat antipasmodik di dalamnya juga mampu meredakan kram perut dengan menenangkan otot rahim.
5. Sereh (Cymbopogon Citratus)
Selain memberikan sensasi menyegarkan, kandungan ini juga membantu meringankan gejala PMS ringan seperti sakit kepala, kram perut, dan perubahan suasana hati. Herbal satu ini juga bersifat anti-mikroba untuk mencegah terjadinya infeksi jamur pada area kewanitaan.
Mulai hidup sehat kamu bersama Luna Bloom Herbae dari sekarang! Pengelolaan hidup yang sehat secara keseluruhan akan membantu mencegah siklus menstruasi yang kurang lancar. Dengan dukungan teh herbal Herbae varian ini, kamu dapat tetap produktif meskipun sedang menghadapi menstruasi. Dapatkan produknya sekarang juga dari e-commerce resminya.