7 Penyakit Sistem Pencernaan, Pemicu, dan Solusi Alaminya
Gangguan pencernaan merupakan kondisi kesehatan yang menyerang salah satu bagian dari sistem pencernaan. Sebagai sebuah rangkaian, sistem pencernaan dimulai dari mulut kita sampai ke organ dubur yang mengeluarkan sisa pencernaan bernama feses. Ketika seseorang merasakan keluhan seperti kembung, begah, dan perih, itu bisa menjadi gejala penyakit sistem pencernaan. Sebagian jenis penyakit ini bisa sembuh dengan perubahan gaya hidup lebih sehat, salah satunya dengan mengonsumsi teh herbal. Kandungan tanaman herbal seperti kunyit, jahe, dan cengkeh bisa membantu menenangkan pencernaan. Belly Bloom menjadi solusi alami dan praktis untuk mendapatkan manfaat tanaman herbal tersebut. Mari membahasnya lebih lanjut.
Seperti yang sudah disinggung di atas, gejala penyakit pencernaan nampaknya dialami oleh hampir setiap orang. Beberapa keluhan tersebut bisa menjadi tanda dari satu atau beberapa masalah penyakit pencernaan ringan, sedang, dan berat. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit sistem pencernaan yang umum ditemui.
7 Jenis Penyakit Sistem Pencernaan
Secara umum, gangguan pencernaan dibagi menjadi 2 yaitu akut dan kronis. Jika gejalanya tiba-tiba muncul dan sembuh dalam beberapa jangka waktu pendek, maka termasuk dalam penyakit akut. Sedangkan bila masalahnya muncul hingga berbulan-bulan bahkan tahun, bisa jadi masalah pencernaan tersebut telah masuk dalam penyakit kronis.
1. Konstipasi
Konstipasi atau sembelit adalah kondisi kesulitan buang air besar dan mengharuskan penderitanya untuk mengejan dengan keras. Proses mengejan tadi dapat menimbulkan kram, rasa sakit, dan tidak nyaman pada area perut dan anus. Jika dibiarkan, sembelit bisa menjadi pemicu penyakit wasir. Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi serat akan membantu mencegahnya.
2. Diare
Sebaliknya jika feses/tinja terlalu encer atau berair, maka penderitanya sedang mengalami diare. Apalagi bila kondisi ini membuat seseorang harus buang air besar 3 kali atau lebih dalam sehari. Penyebabnya bisa banyak faktor, mulai dari infeksi virus, bakteri, atau parasit. Bisa juga karena efek obat tertentu atau alergi makanan. Bila tidak segera ditangani, seseorang mungkin akan mengalami dehidrasi.
3. Maag
Memiliki istilah medis dispepsia, maag merupakan kondisi tidak nyaman saat makan berat atau beberapa menit-jam setelahnya. Meskipun tergolong penyakit sistem pencernaan ringan, penderitanya perlu waspada jika gejala ringan terlalu sering muncul dan/atau semakin parah. Apalagi jika obat antasida sudah tidak mampu meredakannya. Gejala yang dimaksud bisa berupa perut kembung, kenyang yang tidak nyaman, begah, sesak, mual, hingga sendawa berlebihan.
4. Gastritis
Hampir mirip dengan maag, gastritis lebih mengacu pada gangguan pada organ lambung yang sedang mengalami peradangan. Dengan kata lain, gastritis pasti menimbulkan efek seperti maag, tapi maag belum tentu menjadi tanda gastritis. Selain sakit perut dan mual, penderitanya mungkin juga akan mengalami diare. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri Helicobacter pylori atau karena konsumsi alkohol berlebihan.
5. Asam Lambung Naik atau GERD
Sesuai dengan namanya, penyakit pencernaan satu ini terjadi karena asam lambung yang naik dari lambung menuju esofagus atau kerongkongan. Gejala yang paling sering muncul adalah nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), bau mulut, batuk, mual, hingga sakit tenggorokan. Selain karena produksi asam lambung berlebihan, melemahnya katup yang memisahkan kerongkongan dan lambung juga bisa menjadi penyebab gangguan pencernaan yang satu ini.
6. Radang Usus
Gangguan pencernaan yang satu ini merupakan peradangan kronis yang memicu adanya iritasi dan luka. Gejalanya bisa ditandai dengan diare yang terus menerus, kram perut, hingga rektum yang berdarah. Bahkan pada beberapa kasus penderitanya bisa mengalami anemia dan demam. Dikenal juga sebagai Inflammatory Bowel Disease (IBD), penderitanya mungkin mengalami Penyakit Crohn (peradangan pada salah satu bagian sistem pencernaan) atau kolitis ulseratif (peradangan pada usus besar).
7. Sindrom Iritasi Usus
Dikenal juga sebagai Irritable Bowel Syndrome (IBS), penyakit ini ditandai dengan sakit perut, kembung, sering kentut, diare, atau konstipasi. Meskipun gejalanya mirip dengan penyakit IBD, namun IBS lebih sulit dideteksi. Penyebabnya bisa karena sistem kekebalan tubuh yang tidak normal, berubahnya bakteri baik dalam usus, hingga peradangan usus yang sedikit meningkat.
Sumber: Freepik
Pemicu Penyakit Sistem Pencernaan
Selain keturunan dan adanya struktur sistem pencernaan yang tidak normal, gangguan pencernaan mayoritas dipicu oleh kebiasaan makan dan minum yang salah. Bahkan banyak orang menghiraukan kemungkinan adanya masalah kesehatan serius selama gejala ringannya hilang. Sebelum penyakit berkembang lebih parah, hindari pemicunya sebisa mungkin dan dukung pencernaan dengan cara yang tepat.
Beberapa kebiasaan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
- Makan terlalu cepat, terlalu sedikit, dan/atau terlalu banyak.
- Pola makan tidak seimbang dan kekurangan serat.
- Langsung berbaring atau tidur segera atau kurang dari 1 jam setelah makan.
- Mengonsumsi makanan dan minuman yang sifatnya pedas, asam, tinggi lemak, tinggi kafein, dan bersoda.
- Kesulitan mengelola stres hingga memicu asam lambung naik dan/atau diproduksi berlebihan.
- Tidak membatasi konsumsi rokok dan alkohol.
Solusi Alami, Praktis, dan Efektif untuk Gangguan Pencernaan: Belly Bloom

Menghindari pemicu yang ada bisa mencegah serta mengurangi intensitas dan frekuensi gangguan pencernaan. Salah satu cara alami, praktis, dan efektif untuk merawat sistem pencernaan adalah rutin mengonsumsi Belly Bloom dari Herbae. Dengan bahan herbal alami, minuman booster yang satu ini diformulasikan khusus untuk membantu menenangkan lambung dan meredakan rasa tidak nyaman pada perut.
Dalam setiap kemasan celupnya, Belly Bloom mengandung kunyit, jahe, temulawak, dan cengkeh. Dari setiap bahan tersebut, kamu akan mendapat manfaat spesifik. Di antaranya adalah meredakan mual, kembung, dan peradangan, membantu produksi empedu, meningkatkan fungsi hati, serta meningkatkan sistem pencernaan karena sifat anti-bakterinya.
Belly Bloom menjadi langkah awal dan teman setia kamu dalam mengupayakan sistem pencernaan yang lebih baik. Temukan lebih banyak informasi terkait Belly Bloom dan varian lainnya melalui website resmi Herbae.